RAHASIA OMBAK


Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.
Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba
Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doa
Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.
~ Khalil Gibran
MENGHIBUR DIRI DENGAN KARUNIA KEINDAHAN-NYA
Menghibur diri itu dilakukan karena ia punya pengaruh yang besar dalam jiwa, khususnya memperbaharui semangat. Maka Abu Darda pun berkata, “Sungguh, aku mengistirahatkan hatiku dengan sesuatu yang menghibur, agar dia semakin kuat bagiku dalam mengarungi kebenaran.”
Persoalan hidup yang kita rasakan tidaklah selalu mudah. Karena itu, jiwa terkadang mengalami kejenuhan yang sangat. Maka dalam kondisi seperti ini, mungkin dengan menggembirkan diri dengan karunia karunia keindahan adalah sesuatu yang perlu kita lakukan.
Menghibur diri dengan karunia-karunia keindahan adalah satu sisi dari kehidupan seorang Muslim, yang dilakukan hanya untuk Allah, yang diperbuat dalam tujuan memperbaiki atau membenahi keadaan diri. Tentu dengan syarat yang dilakukan adalah sesuatu yang halal, dan sebagai sarana untuk membangkitkan semangat melakukan amal shalih, atau membangkitkan semangat dalam bekerja yang lebih sungguh-sungguh.
Begitu banyak keindahan yang dihamparkan di muka bumi ini olehNya. Lalu apa yang bisa membuat kita layak untuk bersedih? Rasanya tidak ada. Sebab Allah membuatnya begitu sempurna, dalam ukurannya sebagai makhluk. Semua begitu indah, sebab yang menciptakan memang Penyuka dan pemilik segala keindahan.
So… jika suatu saat kita merasa bosan, jenuh atau suntuk oleh rumitnya kehidupan atau beratnya tugas tugas keseharian kita, menggembirakan diri dengan karunia keindahan alam adalah hal yang sangat baik. Sebab Allah memang memerintahkan kita tuk selalu berjalan di muka bumiNya untuk menikmati keindahan dan kebesaranNya.
Manusia adalah makhluk yang punya fitrah penciptaannya, yang tak bisa dikebiri, apalagi dimatikan. Yang salah satu fitrah itu adalah menemukan kesegaran, kegembiraan dan kesenangannya dalam diri. Kita semua hidup dalam fitrah itu. Maka janganlah kita berlebihan pada suatu sisi kehidupan dibandingkan sisi yang lainnya. Tapi hendaknya kita bersikap adil, pertengahan, teratur dan disiplin, karena itulah yang sesuai dengan fitrah penciptaanNya.
Hidup ini singkat, karena itu jika kita menghendaki kebahagiaan dan kenyamanan, maka kita jangan mempersingkat kehidupan itu sendiri. Tak perlu menangisi yang telah lalu, atau meratapi sesuatu yang tidak ada di tangan kita. Tetapi tersenyum dan bertawakal padaNya, karena DIA sebenarnya selalu mencukupi kita dengan karunia-karuniaNya yang indah, yang mungkin sering kita abaikan dan tidak kita syukuri.
So… Bergembiralah, karena menggembirakan diri dengan karuniaNya adalah sebuah upaya untuk memasukkan kesenangan di dalam jiwa, membuatnya lebih bersemangat dan menghilangkan kejenuhan.