MENGHIBUR DIRI DENGAN KARUNIA KEINDAHAN-NYA
Menghibur diri itu dilakukan karena ia punya pengaruh yang besar dalam jiwa, khususnya memperbaharui semangat. Maka Abu Darda pun berkata, “Sungguh, aku mengistirahatkan hatiku dengan sesuatu yang menghibur, agar dia semakin kuat bagiku dalam mengarungi kebenaran.”
Persoalan hidup yang kita rasakan tidaklah selalu mudah. Karena itu, jiwa terkadang mengalami kejenuhan yang sangat. Maka dalam kondisi seperti ini, mungkin dengan menggembirkan diri dengan karunia karunia keindahan adalah sesuatu yang perlu kita lakukan.
Menghibur diri dengan karunia-karunia keindahan adalah satu sisi dari kehidupan seorang Muslim, yang dilakukan hanya untuk Allah, yang diperbuat dalam tujuan memperbaiki atau membenahi keadaan diri. Tentu dengan syarat yang dilakukan adalah sesuatu yang halal, dan sebagai sarana untuk membangkitkan semangat melakukan amal shalih, atau membangkitkan semangat dalam bekerja yang lebih sungguh-sungguh.
Begitu banyak keindahan yang dihamparkan di muka bumi ini olehNya. Lalu apa yang bisa membuat kita layak untuk bersedih? Rasanya tidak ada. Sebab Allah membuatnya begitu sempurna, dalam ukurannya sebagai makhluk. Semua begitu indah, sebab yang menciptakan memang Penyuka dan pemilik segala keindahan.
So… jika suatu saat kita merasa bosan, jenuh atau suntuk oleh rumitnya kehidupan atau beratnya tugas tugas keseharian kita, menggembirakan diri dengan karunia keindahan alam adalah hal yang sangat baik. Sebab Allah memang memerintahkan kita tuk selalu berjalan di muka bumiNya untuk menikmati keindahan dan kebesaranNya.
Manusia adalah makhluk yang punya fitrah penciptaannya, yang tak bisa dikebiri, apalagi dimatikan. Yang salah satu fitrah itu adalah menemukan kesegaran, kegembiraan dan kesenangannya dalam diri. Kita semua hidup dalam fitrah itu. Maka janganlah kita berlebihan pada suatu sisi kehidupan dibandingkan sisi yang lainnya. Tapi hendaknya kita bersikap adil, pertengahan, teratur dan disiplin, karena itulah yang sesuai dengan fitrah penciptaanNya.
Hidup ini singkat, karena itu jika kita menghendaki kebahagiaan dan kenyamanan, maka kita jangan mempersingkat kehidupan itu sendiri. Tak perlu menangisi yang telah lalu, atau meratapi sesuatu yang tidak ada di tangan kita. Tetapi tersenyum dan bertawakal padaNya, karena DIA sebenarnya selalu mencukupi kita dengan karunia-karuniaNya yang indah, yang mungkin sering kita abaikan dan tidak kita syukuri.
So… Bergembiralah, karena menggembirakan diri dengan karuniaNya adalah sebuah upaya untuk memasukkan kesenangan di dalam jiwa, membuatnya lebih bersemangat dan menghilangkan kejenuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar