KALO CINTA MELEKAT, GULA JAWA SERASA COKLAT
Sobat, tentunya kamu pernah punya “teman khusus” khan !!!?. Tempat kamu curhat, berbagi rasa, yang bikin kamu sama dia makin lengket aja kayak prangko. Pasti merasakan dunia milik berdua yang lain nyewa, dan dia bagai satu tubuh yang tak bias dipisahkan dari anggota tubuh lainnya. Ya gak seh ???
Kata kak Doel Sumbang “ cinta itu anugerah, maka berbahagialah sebab kita sengsara bila tak punya cinta…” hemmmm ^_^
Benar, cinta itu emang anugerah dari Allah yang dikaruniakan kepada manusia dan seluruh penghuni jagat ini. Dengan cinta kehidupan jadi lebih bermakna dan berwarna, yang dengannya manusia merasa bahagia. Kenapa berbahagia ? padahal tak sedikit yang menjadi korban cinta. Merana, bunuh diri, pergi ke dukun kalo orang bilang “ cinta ditolak, dukun bertindak” wuihh serem juga ya… hemm belum lagi mereka yang tepaksa hidup dalam lilitan depresi karena terserang virus HIV. Kalo begini bukan lagi cinta merupakan anugerah, melainkan “anu” yang bikin gerah !
Kenapa cinta mempunyai dua wajah, yang satu merupakan anugerah dan yang lainnya bikin resah? Yang jelas itu bukan kesalahan cinta, apalagi kesalahan yang menganugerahkan cinta, nazubillah!
Sebagai makhluk yang mulia dan sempurna, Allah telah mengkaruniakan kepada manusia perasaan untuk saling berhubungan dengan manusia lain. Ini kemudian menjadi fitrah insani, kalo dalam ilmu sosial ini disebut Makhluk Sosial. Dengan demikian, bergaul dengan setiap manusia dari berbagai ras dan suku bangsa adalah ciri khas manusia.
“ Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbagsa-bangsa, dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kamu ialah orang yang paling bertakwa”. ( Qs 49 : 13 )
Nah, dari hubungan interaksi antarmanusia itulah akhirnya kemudian muncul emosi yang saling mengikat satu sama lain. Emosilah yang kemudian memunculkan perasaan cinta dalam diri manusia. Cinta apakah itu ? tergantung dengan siapa manusia itu bergaul. Cinta kepada orang tua, akan memunculkan sikap birrul walidain ( berbakti ), cinta kepada saudara, akan menciptakan saling ukhuwah, cinta kepada tetangga akan memunculkan sikap Tasamuh ( Tenggang Rasa ), cinta kepada fakir miskin, akan memunculkan kepekaan atau kepedulian sosial. Berawal dari sinilah cinta kepada lawan jenis juga menjadi bagian dari hasil hubungan interaksi, mulai dari ingusan ( cinta monyet ) sampai yang udah lanjut usia (selingkuh). Dua jenis cinta yang terakhir inilah yang sering meminta banyak korban.
So, kenapa ada jenis cinta terakhir tadi?. Because…. Ketika menjalin hubungan dengan sesama manusia, seseorang akan bertemu secara fisik, dan bahkan kalo trendnya sekarang bahkan melalui dunia maya pun tanpa kontak fisik dapat menumbuhkan rasa itu. Bisa jadi berawal dari koment-koment yang diberikan ketika teman membuat status. Kontak ini lah yang akan menjadi password cinta artinya perantara tumbuhnya “ rasa itu”.
Lantas… cinta sejati itu yang seperti apa, mengingat kita kan jelas nggak mungkin berhubungan dengan orang lain, apa lagi lawan jenis?
Saudaraku… karena sumber cinta adalah Allah, maka awal dari setiap rasa cinta kepada siapapun haruslah berpangkal dariNya. Hal ini sangat penting artinya sebab pengekspresian cinta yang hakiki yang berpangkal dari Allah, akan melahirkan keaslian sikap, tindakan dan gaya hidup. Tidak ada kepura-puraam didalamnya. Bahkan dalam hal mengekspresikan cintanya kepada lawanjenis, rujukannya adalah keridhaan Allah. Apa yang Allah sukai dari ekspresi cinta seseorang kepada lawan jenisnya ? NIKAH, inilah password cinta yang hakiki. Setelah mereka disatukan dalam ikatan pernikahan, keaslian sikap akan menjadi jaminan terbebasnya mereka dari kasus-kasus cinta kampungan seperti tertulis di atas . Tak ada sifat yang disembunyikan atau didramatisasi, sebab mereka sudah menikah. Sudah sah, susah dan senang ditanggung bersama, sehingga aroma cinta demikian kental terasa. Satu yang perlu diingat… Menikah itu bukan mencari kekurangan pasangan tetapi saling melengkapi.
Kalo udah cinta, gula jawa terasa coklat Swiss…. ^_^
Sumber Inspirasi “ An Nida “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar