Aturan Hidup MANUSIA
Suatu hari di tengah hutan,... ketika mahasiswa sebuah universitas sedang melakukan penelitian terhadap tumbuhan hutan... seorang mahasiswa senior yang juga merupakan pemimpin rombongan itu menemukan sebuah pisau lipat di atas tanah.
Menurut peraturan yang telah ditetapkan bagi siapa saja yang meninggalkan barang penelitian didalam perjalanan akan dihukum.
Lalu mahasiswa itu mengambil pisau lipat dan mengumpulkan semua mahasiswa untuk menghukum mahasiswa yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya.
" Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi ?" tanya mahasiswa senior itu....
Tak ada seorang pun yang berani mengaku, kemudian mahasiswa senior itu berkata lagi...
"Ayuh cepat...mengaku sajalah. Sebenarnya saya udah tahu siapa pemilik pisau lipat ini karena namanya telah terukir di pisau lipat ini. Tapi saya inginkan kejujuran kamu semua tuk mengaku!!.
Maih tak ada jawaban dari mahasiswa lain...
" Karena tak ada yang mau jujur mengakui kesalahannya, maka saya akan sebutkan namanya?!!!.
Semua mahasiswa masih diam. Akhirnya mahasiswa senior tak dapat bersabar lagi.. lalu diambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang dia menyebut nama pemilik pisau itu...
"STAINLESS STEEL cepat keluar...!!!"
Berpikir sebelum berkata. Berpikir sebelum bertindak. Berpikir sebelum mengambil keputusan... berpikir dan berpikir itu baik lhoooo.
Ego itu tidak baik. Sombong itu tidak baik. Merasa tahu itu tidak baik. Gegabah itu tidak baik. Merasa diri lebih baik itupun tidak baik.
Yang pasti baik adalah ketika menjalani kehidupan ini dengan menggunakan panduan yang datangnya dari yang menciptakan panduan dan yang menjalani panduan tersebut, meliputi makhluk, alam dan seluruh isinya.
Menjalani hidup dengan undang-undang dan tatatanan yang telah diciptakan Sang Pencipta, bukan dengan apa yang dibuat oleh manusia.
" Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu Muhammad menjadi Rasul. dan cukuplah Allah yang menjadi Saksi". (An Nisaa : 79)
Sumber : Mutiara Amaly
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
*) Nice note
BalasHapus